Fokus Kabar (Cirebon) - Kelompok Tani (Poktan) Kedung Mendeng kini berhasil melakukan panen hingga tiga kali dalam satu tahun. Peningkatan produktivitas ini dinilai sebagai capaian signifikan bagi para petani setempat, yang sebelumnya hanya mampu melakukan dua kali masa tanam dalam setahun. Jumat (7/11/25)
"Poktan Kedungmendeng memiliki luas lahan sekitar 9,3 hektar. Kami sudah dua kali panen, hasil pertama mencapai 13 ton dan dijual ke Bulog," ungkap Soliha saat ditemui di rumahnya di kawasan Kampung Cibogo Kedungmendeng, Kelurahan Argasunya.
Ketua Poktan Kedung Soliha Mendeng menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari penerapan pola tanam yang lebih teratur, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan irigasi yang semakin baik. Dengan memaksimalkan sistem pengairan dan pemupukan, lahan sawah dapat diolah lebih cepat tanpa mengurangi kualitas hasil panen.
"Dulu kami hanya bisa panen dua kali, itu pun tergantung kondisi air. Sekarang alhamdulillah, dengan manajemen air dan benih yang bagus, kami bisa tiga kali panen," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Soliha tidak sendiri. Ia didampingi oleh penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elisabeth, Pasiter Kodim 0614 Kota Cirebon Kapten Kodrat, Babinsa Argasunya Serda Hendri Gunawan, Ketua RW 09 Argasunya, dan para anggota Poktan Kedungmendeng lainnya.
Menurut Elisabeth, Poktan Kedungmendeng menunjukkan perkembangan pesat meskipun tergolong baru. "Dulu hanya bisa panen satu atau dua kali, sekarang sudah mencapai tiga kali dalam setahun. Kami dari DKPPP terus melakukan pembinaan dan pendampingan, mulai dari proses tanam, pengolahan lahan, hingga penyaluran pupuk bersubsidi meskipun dengan kuota terbatas," jelasnya.
Sementara itu, Babinsa Argasunya Serda Hendri Gunawan menegaskan bahwa kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Mewakili Kodim 0614 Kota Cirebon, kami selalu melakukan monitoring di wilayah. Termasuk memastikan kegiatan pertanian berjalan baik, mulai dari proses tanam hingga panen. Semua ini demi memperkuat ketahanan pangan masyarakat," terangnya.
Soliha pun berharap, pada panen ketiga nanti hasilnya bisa lebih meningkat. Namun, ia mengaku masih menghadapi keterbatasan sarana.
"Kendala kami belum punya traktor dan alat penggiling padi sendiri. Selama ini kami masih menyewa dari kelompok tani lain. Semoga ada bantuan dari pemerintah agar hasil panen bisa lebih maksimal dan produktivitas terus meningkat," tutupnya penuh harap
(herwin)




