Fokus Kabar (Cirebon) - Ratusan warga Desa Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, melakukan penolakan terhadap aktivitas produksi pakan ternak berbahan dasar ikan tak layak konsumsi yang dianggap menimbulkan bau busuk dan mengganggu kesehatan warga.
Penolakan ini disampaikan setelah warga merasakan dampak bau menyengat yang diduga berasal dari proses pengolahan dan penjemuran bahan pakan ternak tersebut. Aktivitas produksi diketahui berlokasi di Blok Jenawi, Desa Grogol, yang jaraknya berdekatan dengan permukiman penduduk.
Menurut keterangan salah satu warga, Agus Musoli, bau busuk yang muncul sudah cukup lama dirasakan warga dan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu membuat warga merasa resah karena mengganggu aktivitas sehari-hari serta dikhawatirkan berdampak pada kesehatan.
"Bau sangat menyengat, terutama saat proses pengolahan dan penjemuran. Kami merasa terganggu dan khawatir terhadap kesehatan anak-anak," ujar Agus Musoli.
Usaha produksi pakan ternak tersebut diketahui milik Sanudi, warga Desa Grogol. Warga menilai kegiatan usaha itu tidak memenuhi standar kenyamanan lingkungan dan meminta pihak berwenang untuk mengambil langkah tegas.
Merasa tidak mendapat kepastian, warga kemudian melaporkan persoalan ini kepada Polsek Gunung Jati. Laporan tersebut disampaikan sebagai upaya agar pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti dan mencari solusi sebelum masalah semakin meluas.
"Kami hanya ingin lingkungan kembali nyaman dan sehat. Kami berharap ada solusi cepat dari pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan kecamatan," kata warga dalam pernyataan sikap yang telah disampaikan kepada aparat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindak lanjut dari Polsek Gunung Jati serta berharap pemerintah daerah turun tangan untuk memastikan kegiatan industri tersebut tidak merugikan masyarakat sekitar.
(herwin)




