Fokus Kabar (Cirebon) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menilai stabilitas sektor jasa keuangan Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning) di Tahun 2025 dalam kondisi stabil dengan fungsi intermediasi yang cukup baik. Cirebon, 11 Maret 2026
Perkembangan Sektor Perbankan (Bank Perekonomian Rakyat/BPR)
Kinerja 18 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Ciayumajakuning per Desember 2025 mengalami pertumbuhan positif baik secara yoy maupun mtm yang tercermin dari beberapa indikator.
Penyaluran kredit sampai dengan Desember 2025 secara yoy mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen menjadi Rp2,010 triliun, namun secara mtm, kinerja kredit mengalami kontraksi sebesar 0,55 persen. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut diiringi dengan penurunan porsi kualitas kredit macet yang ditunjukkan oleh rasio NPL, secara yoy dan mtm masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,53 persen dan 0,37 persen.
Pertumbuhan aset pada Desember 2025 secara yoy mengalami apresiasi sebesar 5,54 persen menjadi Rp2,87 triliun dan secara mtm sebesar 0,60 persen. Demikian juga, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami apresiasi yang mana terjadi peningkatan baik secara yoy maupun mtm masing-masing sebesar 4,51 persen dan 0,65 persen menjadi Rp2,28 triliun.
Dari sisi rentabilitas, per Desember 2025, rasio ROA BPR tercatat mengalami peningkatan menjadi 3,33 persen dengan rincian terjadi peningkatan sebesar 0,34 persen secara mtm dan 5,53 persen secara yoy. Peningkatan rasio ROA tersebut diikuti dengan penurunan rasio BOPO yang menunjukkan efisiensi biaya operasional BPR, terjadi penurunan BOPO secara yoy sebesar 35,56 persen menjadi 81,92 persen, meski secara mtm mengalami peningkatan sebesar 3,03 persen.
Indikator positif lainnya tercermin dari permodalan BPR yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR) masih terjaga walaupun mengalami kontraksi sebesar 11,09 persen secara yoy menjadi 20,09 persen.
Secara sektoral, terdapat lima sektor ekonomi yang menjadi fokus penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning per Desember 2025 yaitu sektor Bukan Lapangan Usaha- Lainnya sebesar 47,36 persen atau Rp941,26 miliar; sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 35,63 persen atau Rp708,22 miliar; sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan sebesar 4,44 persen atau Rp88,22 miliar; sektor Bukan Lapangan Usaha - Rumah Tangga sebesar Rp55,85 miliar atau 2,81 persen; dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya sebesar Rp50,72 miliar atau 2,55 persen.
Secara penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan, fokus penyaluran kredit BPR didominasi oleh kredit konsumsi sebesar Rp1,01 triliun. Namun, dari sisi
pertumbuhan, kredit modal kerja mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,73 persen yoy dibanding pertumbuhan kredit konsumsi dan investasi.
Secara regional, porsi penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning terhadap penyaluran kredit BPR di Jawa Barat per Desember 2025 sebesar 10,53 persen, DPK yang dihimpun BPR di Ciayumajakuning sebesar 12,48 persen, dan porsi aset BPR di Ciayumajakuning sebesar 10,83 persen terhadap aset BPR di Jawa Barat.
OJK Cirebon terus mendorong dan melakukan monitoring penerapan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan di seluruh BPR yang berada di bawah pengawasan Kantor OJK Cirebon. Selanjutnya, OJK Cirebon juga mendorong penguatan BPR melalui konsolidasi sebagaimana POJK Nomor 7 Tahun 2024 tentang Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah.
Pada Tahun 2025, indikator kinerja Kantor Cabang (KC) Bank Umum di Wilayah Kantor OJK Cirebon mengalami apresiasi atau peningkatan secara yoy. Kredit yang disalurkan meningkat sebesar 1,27 persen secara yoy menjadi Rp48,15 triliun. Sejalan dengan Aset dan Penghimpunan DPK mengalami peningkatan sebesar 1,88 persen dan 7,26 persen menjadi Rp59,31 triliun dan Rp40,38 triliun. Rasio kredit bermasalah atau rasio Non-Performing Loan (NPL) masih terjaga sebesar 4,38 persen.
Secara nominal, fokus penyaluran kredit KC Bank Umum masih didominasi oleh kredit konsumsi sebesar Rp23,33 triliun. Namun, dari sisi pertumbuhan, kredit investasi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,38 persen yoy dibanding pertumbuhan kredit konsumsi dan modal kerja.
Kinerja Bank Umum Syariah di Wilayah Kantor OJK Cirebon pada Tahun 2025 mengalami peningkatan pertumbuhan yang cukup baik. Pembiayaan yang disalurkan meningkat sebesar 72,02 persen secara yoy menjadi Rp7,44 triliun. Aset meningkat sebesar 0,49 persen yoy menjadi Rp8,42 triliun. Begitupun DPK meningkat sebesar 22,31 persen yoy menjadi Rp5,59 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah yang tercermin dari Non-Performing Financing (NPF) masih terjaga sebesar 2,44 persen.
Sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Ciayumajakuning, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK Cirebon bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait melaksanakan berbagai program edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dan produk layanan keuangan syariah sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan syariah secara lebih luas, sehingga dapat mendukung penguatan akses keuangan yang inklusif serta pengembangan sektor ekonomi berbasis syariah di daerah.
Terdapat 8 Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S) dan 2 Perusahaan Pergadaian yang termasuk sektor IKNB dan menjadi objek pengawasan OJK Cirebon.
Kinerja LKM di Ciayumajakuning per Desember 2025 mengalami peningkatan secara yoy pada beberapa indikator yaitu aset mengalami apresiasi sebesar 1,28 persen yoy menjadi Rp20,98 miliar serta penghimpunan DPK mengalami kenaikan sebesar 1,70 persen menjadi Rp13,96 miliar. Namun demikian, pinjaman yang disalurkan mengalami kontraksi sebesar 9,08 persen yoy menjadi Rp17,6 miliar.
Kinerja LKMS secara yoy mengalami apresiasi yang tercermin dari beberapa indikator yaitu aset meningkat sebesar 3,51 persen yoy menjadi Rp38,71 miliar, pembiayaan yang disalurkan meningkat sebesar 4,66 persen menjadi Rp17,89 miliar, penghimpunan DPK meningkat sebesar 5,84 persen menjadi Rp23,77 miliar.
Kinerja Perusahaan Pegadaian (gadai swasta) per Desember 2025 mengalami penurunan kinerja secara yoy. Tercatat, aset mengalami kontraksi sebesar 6 persen yoy menjadi Rp3,5 miliar dan pinjaman yang disalurkan mengalami kontraksi sebesar 76,55 persen yoy menjadi Rp237 juta.
Kinerja Pasar Modal
Kinerja pasar modal wilayah Ciayumajakuning per Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah investor pasar modal yang ditunjukkan oleh jumlah Single Investor Identification (SID) meningkat menjadi 436,34 ribu, atau tumbuh 40,69 persen secara yoy dan 4,51 persen secara mtm.
Pada periode yang sama, akumulasi transaksi saham di Ciayumajakuning mencapai Rp4,61 triliun, meningkat 152,83 persen secara yoy dan 7,44 persen secara mtm. Seluruh apresiasi indikator tersebut mencerminkan tingkat literasi masyarakat terhadap sektor pasar modal mengalami peningkatan yang disertai dengan peningkatan optimisme masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.
Dalam hal pelayanan konsumen sektor jasa keuangan, pada tahun 2025, OJK Cirebon telah memberikan layanan terhadap 1.976 konsultasi dan pengaduan konsumen, layanan didominasi oleh konsultasi yang disampaikan secara langsung ke OJK Cirebon atau walk-in sebesar 76,42 persen atau sebanyak 1.510 layanan serta konsultasi yang disampaikan melalui APPK sebesar 18,78 persen atau sebanyak 371 layanan.
Pada Maret 2026, OJK Cirebon telah memberikan layanan terhadap 555 konsultasi dan pengaduan konsumen, layanan didominasi oleh konsultasi yang disampaikan secara langsung ke OJK Cirebon atau walk-in sebesar 78,56 persen atau sebanyak 436 layanan serta konsultasi yang disampaikan melalui APPK sebesar 21,44 persen atau sebanyak 119 layanan.
Pada Maret 2026, lima layanan konsultasi dan pengaduan tertinggi yaitu fintech lending sebesar 33,69 persen atau sebanyak 187 layanan, diikuti pengaduan Bank Umum sebesar 31,35 persen atau sebanyak 174 layanan, pengaduan Perusahaan Pembiayaan sebesar 10,45 persen atau sebanyak 58 layanan, pengaduan lainnya sebesar 9,73 persen atau 54 layanan, dan pengaduan BPR sebesar 7,21 persen atau sebanyak 40 layanan.
Sepanjang tahun 2025 pelayanan SLIK debitur yang telah diproses OJK Cirebon sebanyak 11.761 permintaan layanan baik yang diajukan secara offline/walk-in maupun online. Sedangkan pada periode Maret 2026, yang telah diproses OJK Cirebon adalah sebanyak 2.942 permintaan layanan SLIK.
Berdasarkan jenis permasalahan yang dikonsultasikan dan/atau diadukan, pada Maret 2026 didominasi oleh Sistem layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebesar 24,63 persen atau 134 layanan, diikuti penipuan sektor jasa keuangan sebesar 15,99 persen atau 87 layanan, penyalahgunaan data sebesar 8,46 persen atau 46 layanan, permintaan keringanan sebesar 6,99 persen atau 38 layanan, serta permintaan informasi atau dokumen sebesar 5,88 persen atau 32 layanan.
Berdasarkan status mata pencaharian, pada Maret 2026 konsultasi dan pengaduan didominasi oleh segmen pegawai swasta sebesar 30,81 persen atau 171 layanan, diikuti segmen wirausaha sebesar 27,57 persen atau 153 layanan, segmen ibu rumah tangga (IRT) sebesar 19,82 persen atau 110 layanan, ASN/TNI/Polri sebesar 13,15 persen atau 73 layanan, pelajar dan mahasiswa sebesar 3,78 persen atau 21 layanan, serta pensiunan sebesar 2,52 persen atau 14 layanan. Berdasarkan jenis kelamin, layanan konsultasi dan pengaduan didominasi Laki-laki sebesar 54,95 persen atau 305 layanan dan perempuan sebesar 45,05 persen atau 250 layanan.
Berdasarkan wilayah, layanan konsultasi dan pengaduan didominasi wilayah Kabupaten Cirebon sebesar 47,03 persen atau 261 layanan, diikuti Kota Cirebon sebesar 28,82 persen atau 160 layanan, Kabupaten Indramayu sebesar 10,27 persen atau 57 layanan, Kabupaten Majalengka sebesar 6,67 persen atau 37 layanan, dan Kabupaten Kuningan sebesar 6,13 persen atau 34 layanan serta lainnya/diluar wilayah Ciayumajakuning sebesar 1,08 persen atau 6 layanan.
Program Edukasi/Literasi dan Inklusi Keuangan
Sepanjang tahun 2025, OJK Cirebon telah melaksanakan 229 kegiatan edukasi keuangan secara daring dan luring di seluruh wilayah kerja yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka, dengan total 43.526 peserta. Realisasi kegiatan edukasi mayoritas kepada Pelajar sebesar 32,4% atau sebanyak 13.119 peserta. Hal ini selaras dengan sasaran edukasi hasil SNLIK 2025 dimana tingkat literasi dan inklusi pelajar masih rendah dibanding kelompok umur lainnya.
Dari sisi sebaran wilayah, kegiatan edukasi terbanyak dilaksanakan di Kota Cirebon sebanyak 107 kegiatan dengan 19.867 peserta, disusul Kabupaten Cirebon sebanyak
56 kegiatan dengan 12.541 peserta, Kabupaten Kuningan sebanyak 31 kegiatan dengan 4.223 peserta, Kabupaten Majalengka sebanyak 19 kegiatan dengan 4.892 peserta, serta Kabupaten Indramayu sebanyak 16 kegiatan dengan 2.003 peserta. Materi edukasi yang disampaikan mencakup keuangan konvensional, keuangan syariah, serta kombinasi keduanya.
Pelaksanaan edukasi tersebut dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain pemerintah daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, lembaga jasa keuangan, media massa, serta komunitas masyarakat guna memperluas jangkauan literasi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.
Selain edukasi reguler, OJK Cirebon juga melaksanakan sejumlah program tematik literasi dan inklusi keuangan sepanjang tahun 2025. Pada bulan Ramadhan, OJK Cirebon menyelenggarakan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) sebagai wadah kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan syariah, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat dalam memperluas literasi keuangan syariah. Sepanjang periode tersebut, OJK Cirebon melaksanakan 11 kegiatan edukasi keuangan syariah dengan total 2.607 peserta.
Dalam rangka Hari Indonesia Menabung (HIM) yang merupakan bagian dari Bulan Literasi Keuangan, OJK Cirebon juga mendorong budaya menabung sejak dini melalui perluasan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program tersebut diwujudkan melalui pembukaan 9 Bank Mini Sekolah tingkat SMP di Kabupaten Cirebon serta pembukaan 5.897 rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Selama periode HIM dan Bulan Literasi Keuangan, OJK Cirebon menyelenggarakan 39 kegiatan edukasi dengan total
9.313 peserta.
Rangkaian kegiatan HIM juga ditandai dengan Kick Off Hari Indonesia Menabung pada 19 Juli 2025 yang diselenggarakan bersama Perbarindo dan dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, serta kegiatan Training of Trainers (ToT) kepada 150 Kwartir Ranting dan Pembina Pramuka di Kabupaten Indramayu pada 6 Agustus 2025 guna memperluas agen literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Selain itu, OJK Cirebon turut menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal sekaligus mendorong perluasan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Sepanjang periode BIK, OJK Cirebon telah melaksanakan 40 kegiatan edukasi dengan total 9.005 peserta.
Adapun capaian inklusi keuangan dari inisiatif produk Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang dijalankan oleh BPR di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan periode tahun berjalan Triwulan IV 2025, total outstanding K/PMR sebesar Rp3 miliar kepada 377 pelaku usaha produktif khususnya UMKM.
Sepanjang tahun 2025, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di wilayah kerja OJK Cirebon terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program kerja yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Program-program TPAKD difokuskan pada peningkatan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal, khususnya dalam mendukung pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM, penguatan literasi keuangan masyarakat, serta perluasan akses layanan keuangan digital.
Adapun beberapa program kerja TPAKD yang telah dilaksanakan di wilayah Ciayumajakuning sepanjang tahun 2025 antara lain meliputi:
Edukasi keuangan konvensional dan syariah kepada masyarakat;
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) untuk mendorong budaya menabung sejak dini;
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit/pembiayaan produktif lainnya bagi pelaku UMKM;
Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) sebagai upaya menyediakan akses pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau bagi masyarakat;
Perluasan jaringan agen Laku Pandai guna memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat;
Perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembayaran digital;
Edukasi serta perluasan inklusi pasar modal bagi masyarakat;
Program asuransi nelayan untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat sektor perikanan; serta
Program inklusi keuangan lainnya yang mendukung penguatan sektor produktif masyarakat.
Selain program tersebut, TPAKD Kabupaten Majalengka juga melaksanakan program unggulan berupa implementasi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Gunung Kuning. Program ini dilaksanakan secara bertahap melalui skema pra- inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi yang bertujuan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa sekaligus mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai.
Implementasi Desa EKI juga diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal, khususnya pengelolaan desa wisata berbasis potensi alam dan sejarah di kawasan Situ Cipanten. Melalui program ini, diharapkan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terkait pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk jasa keuangan formal, serta perlindungan dari praktik keuangan ilegal sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, OJK Cirebon juga mencatatkan berbagai capaian dan apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan atas kinerja serta kontribusi dalam mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di daerah. Beberapa penghargaan dan prestasi yang diraih antara lain sebagai berikut:
Penghargaan dari Bupati Cirebon sebagai Mitra Kerja Inspiratif atas sinergi dan kontribusi OJK Cirebon dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Cirebon.
Juara 3 tingkat Nasional pada Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) yang diraih oleh SMA Negeri 2 Kuningan, sebagai bagian dari dukungan OJK Cirebon dalam penguatan literasi keuangan syariah di kalangan pelajar.
Penghargaan Kinerja Kantor OJK Non-Koordinator Terbaik Tahun 2025 dari Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Ibu Friderica Widyasari Dewi, atas kinerja terbaik yang telah diberikan selama periode 2025 pada bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen.
Sebagai komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta terus tumbuh stabil berkelanjutan, Kantor OJK Cirebon juga berkomitmen untuk menjaga prinsip tata kelola yang baik dan menerapkan Program Pengendalian Gratifikasi. OJK Cirebon melarang seluruh stakeholders/rekanan/mitra kerja OJK Cirebon untuk memberikan hampers/hadiah/parsel dalam bentuk apapun kepada seluruh jajaran OJK Cirebon. Dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas.
(herwin)









