Ramadan On Campus, Sudirman: Kampus Miliki Peran Penting Bangun Generasi Muda -->

Ramadan On Campus, Sudirman: Kampus Miliki Peran Penting Bangun Generasi Muda

Fokus Kabar
Thursday, March 5, 2026 Last Updated 2026-03-05T10:10:27Z

Fokus Kabar (Tegal) -
Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah, kembali melanjutkan rangkaian Seri Kajian Ramadan "Ramadan on Campus" dengan diskusi bertema "Menghadapi Krisis Ketangguhan: Membangun Ketahanan Mental di Tempat Kerja". Tampil nara sumber utaama, Founder Mental Hub Indonesia dan juga psikiater, dr. Elvine Gunawan. Acara digelar di Aula Kampus Mataram, UHN, Rabu, (4/3/2026).


Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kajian Ramadan yang sebelumnya juga menghadirkan budayawan Ahmad Tohari. Melalui seri ini, kampus berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya membahas aspek ibadah ritual, tetapi juga persoalan kehidupan yang lebih luas seperti kepemimpinan, keadilan sosial, hingga kesehatan mental.

Rektor UHN, Sudirman Said menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter. Ia menjelaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga oleh ekosistem intelektual yang hidup melalui interaksi dan kompetisi yang sehat.

"Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan. Kita ingin kampus ini juga menjadi ruang penguatan spirit, motivasi, kreativitas, dan sportivitas bagi para mahasiswa.

Saya percaya literasi yang didukung dengan interaksi dan kompetisi akan menjadi jalan bagi kemajuan. Interaksi melahirkan inspirasi dan memacu kreativitas, sementara kompetisi akan mendorong inovasi sekaligus melatih sportivitas," ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, dr. Elvine Gunawan mengajak para mahasiswa memahami bahwa ketangguhan mental merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang ketika memasuki dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental bukan sekadar tidak adanya gangguan psikologis, tetapi kondisi ketika seseorang mampu mengenali potensi dirinya, mengelola tekanan hidup, bekerja secara produktif, serta berkontribusi bagi lingkungannya.

"Secara sederhana, kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk menyadari potensinya, menghadapi tekanan hidup secara normal, bekerja dengan produktif, dan memberi kontribusi kepada komunitasnya," jelasnya.
Menurutnya, tekanan hidup atau stres sebenarnya merupakan bagian alami dari kehidupan manusia.

"Otak kita sudah didesain Tuhan untuk mampu mencari jalan keluar ketika menghadapi masalah. Karena itu kita perlu hidup dengan tingkat stres yang normal. Stres tidak selalu buruk, justru bisa menjadi mekanisme adaptasi yang membantu kita bertahan dan berkembang," ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa ketika menghadapi tekanan hidup, manusia akan melalui proses adaptasi yang menentukan apakah seseorang mampu tumbuh atau justru mengalami kesulitan.

Dalam konteks dunia kerja, kemampuan coping mechanism atau strategi menghadapi masalah menjadi salah satu kunci utama agar seseorang mampu tetap produktif dan menjaga kesehatan mentalnya.

Selain itu, dr. Elvine mengingatkan bahwa manusia sering kali memandang hubungan dengan Tuhan secara terlalu transaksional.
"Kita sering terlalu transaksional dengan Tuhan melalui doa. Padahal secara harfiah manusia memang diciptakan untuk bertahan hidup, salah satunya melalui bekerja dan berusaha," ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa ketangguhan manusia sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak sangat awal dalam kehidupan.

"Resiliensi manusia bahkan dimulai sejak masih di dalam perut ibu. Karena itu jika sebuah negara ingin memperbaiki kualitas sumber daya manusia, maka investasi terbaik adalah pada ibu hamil dengan memberikan fasilitas dan dukungan yang baik," jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika Universitas Harkat Negeri, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta masyarakat umum yang tertarik dengan isu kesehatan mental.

Melalui program Ramadan on Campus, Universitas Harkat Negeri berharap dapat menghadirkan ruang dialog yang memperkaya wawasan publik sekaligus membangun generasi muda yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk dinamika dunia kerja di masa depan.

Caption: Founder Mental Hub Indonesia dan juga psikiater, dr. Elvine Gunawan (baju merah).

Reporter.     : Als
Media.         : Fokus Kabar
Website.      : www.fokuskabar.com
Komentar

Tampilkan

Terkini