Turquoise/Batu Virus dan Bacan Masih Diburu Para Kolektor, Begini Kata Erwin Gemstone -->

Turquoise/Batu Virus dan Bacan Masih Diburu Para Kolektor, Begini Kata Erwin Gemstone

Fokus Kabar
Saturday, April 25, 2026 Last Updated 2026-04-25T08:53:23Z

Fokus Kabar (Cirebon) - Popularitas batu akik jenis turquoise atau yang kerap dikenal dengan sebutan “batu virus” ternyata belum pudar. 

Hingga saat ini, batu dengan warna khas biru kehijauan tersebut masih menjadi incaran para kolektor, baik pemula maupun penghobi lama. Kamis 23/04/26

Fenomena ini terlihat dari masih aktifnya transaksi jual beli batu turquoise di berbagai komunitas hingga pasar online. Tidak hanya itu, sejumlah pengrajin dan penjual batu akik di Cirebon juga mengaku permintaan terhadap batu ini masih cukup stabil.

Erwin gamestone pedagang batu akik di Cirebon mengungkapkan bahwa permintaan terhadap batu virus dan bacan cenderung stabil. 

“Kalau untuk kolektor, mereka masih cari kualitas bagus. Terutama bacan yang bisa hidup atau berubah warna, itu harganya masih tinggi,” ujarnya.

Harga batu akik jenis virus dan bacan pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kualitas, kejernihan, serta keunikan corak batu tersebut. Batu bacan dengan kualitas super bahkan masih diburu kolektor dari luar daerah.

Hingga kini, dua jenis batu akik, yakni virus dan bacan, masih menjadi primadona di kalangan kolektor maupun penghobi.

Menurut Erwin, pemilik lapak Erwin Gemstone di Cirebon, daya tarik batu turquoise dan bacan terletak pada keunikan warna dan motifnya yang tidak bisa disamakan antara satu batu dengan lainnya.

Ia menjelaskan, batu turquoise yang banyak diburu biasanya berasal dari beberapa daerah tertentu, baik lokal maupun impor. Kualitas warna, serta keaslian batu menjadi faktor utama yang menentukan nilai jualnya.

“Kalau yang warnanya pekat, tidak pucat, dan seratnya hidup, itu biasanya cepat laku. Apalagi kalau sudah dipoles rapi,” tambahnya.


Meski tren batu akik sempat mengalami penurunan dibanding beberapa tahun lalu, namun komunitas pecinta batu masih tetap eksis. Bahkan, menurut Erwin, saat ini pasar lebih mengarah ke kolektor yang benar-benar paham kualitas, bukan sekadar ikut tren.

“Sekarang lebih ke kualitas, bukan kuantitas. Pembeli juga sudah lebih selektif, jadi batu yang bagus pasti tetap dicari,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, batu turquoise dan bacan diprediksi masih akan bertahan sebagai salah satu jenis batu akik favorit di kalangan kolektor. Selain nilai estetika, faktor kelangkaan dan keunikan juga menjadi alasan utama batu ini terus diburu.
Komentar

Tampilkan

Terkini