Ojk Cirebon Terima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI Untuk Penguatan Peran Pasar Modal dan Perekonomian Daerah -->

Ojk Cirebon Terima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI Untuk Penguatan Peran Pasar Modal dan Perekonomian Daerah

Fokus Kabar
Saturday, November 29, 2025 Last Updated 2025-11-29T09:04:48Z

Fokus Kabar (Cirebon) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menerima kunjungan kerja spesifik dari Komisi XI DPR RI dalam rangka memperkuat koordinasi, evaluasi, dan sinergi kebijakan terkait stabilitas sektor jasa keuangan serta pelindungan konsumen di wilayah Jawa Barat, khususnya Cirebon Raya (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Komisi XI dalam memastikan implementasi kebijakan OJK di daerah berjalan optimal dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Cirebon, 28 November 2025
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Bapak Mohamad Hekal bersama 17 anggota Komisi XI dan dihadiri secara langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Bapak Inarno Djajadi, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Bapak Darwisman, serta Kepala OJK Cirebon, Bapak Agus Muntholib.

Dalam sambutannya, Bapak Inarno Djajadi menegaskan komitmen OJK dalam memperkuat peran pasar modal sebagai pilar utama pendanaan jangka panjang yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Pasar modal Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan menjadi sumber pendanaan yang semakin kuat bagi perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari kinerja pasar modal serta pertumbuhan dari sisi demand maupun supply. Per 24 November 2025, IHSG berada di posisi 8.570,25 dan sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami all time high hingga 20 kali. Kapitalisasi pasar juga mengalami pertumbuhan sebesar 26,96% ytd dari Rp12.336 triliun menjadi 15.662.”

Lanjutnya, capaian luar biasa juga terjadi dari sisi pertumbuhan jumlah investor. Per September 2025, jumlah SID mencatatkan dan melebihi target tahunan dengan bertambahnya 4,65 juta investor baru sehingga saat ini jumlah totalnya tercatat sebesar 19,52 juta SID.

Capaian tersebut menegaskan bahwa pasar modal Indonesia semakin dipercaya dan menjadi sumber pendanaan produktif yang kuat bagi pembangunan nasional, termasuk bagi perusahaan dan proyek-proyek strategis nasional dan daerah. Untuk itu, OJK berkomitmen menjaga integritas, meningkatkan literasi, serta memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha di daerah untuk memanfaatkan instrumen pasar modal sebagai alternatif pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, imbuh Inarno.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Mohamad Hekal menyampaikan apresiasi terhadap kinerja OJK serta menekankan pentingnya sinergi antara DPR dan OJK.

“Komisi XI DPR RI mengapresiasi langkah-langkah OJK dalam memperkuat pasar keuangan, terutama pasar modal yang terbukti menjadi pilar penting pendanaan pembangunan. Kami mendorong OJK untuk terus memperluas akses bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Barat, termasuk Cirebon Raya. Sinergi antara DPR dan OJK akan terus kami perkuat agar kebijakan yang dihasilkan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.”, ungkap Hekal.


Kepala OJK Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan DPR dalam memperkuat tata kelola dan efektivitas kebijakan OJK di daerah. Dalam paparannya, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat menjelaskan perkembangan industri jasa keuangan di Jawa Barat khususnya sektor Pasar Modal terus mengalami pertumbuhan yang tercermin dari pertumbuhan jumlah investor dan juga perusahaan yang listed di Bursa Efek Indonesia.


“Dalam 3 tahun terakhir, jumlah investor di Jawa Barat terus mengalami peningkatan dari 2,69 juta SID di tahun 2023, meningkat sebesar 8,44% secara yoy di tahun 2024 menjadi 2,93 juta SID, dan peningkatan tertinggi di tahun 2025 ini menjadi sebesar 24,10% secara ytd menjadi 3,63 juta SID. Dari sisi supply, terdapat 4 Emiten di tahun 2025 ini yang berhasil melantai di Bursa Efek salah satunya dari Cirebon”, ujar Darwisman.

Capaian tersebut tidak terlepas dari upaya OJK dalam menggencarkan kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan secara massif. Sejak 1 Januari s.d. 27 November 2025, kegiatan edukasi yang dilakukan Kantor OJK Provinsi Jawa Barat telah mencapai 11.225 kegiatan, meningkat 2.123% dibandingkan dengan Tahun 2024 sebanyak 505 kegiatan. Jumlah peserta kegiatan edukasi pun meningkat pesat, dari 161.925 orang di Tahun 2024 menjadi 2.231.608 orang, tumbuh 1.284%, tambah Darwisman.


Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan khususnya di bidang Pasar Modal melalui optimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah baik dalam meningkatkan pertumbuhan jumlah investor di pasar modal maupun pertumbuhan jumlah emiten dan penerbit Securities Crowdfunding (SCF).

“Di tahun 2026, OJK Cirebon memiliki rencana melakukan berbagai kegiatan business matching dan workshop untuk mengenalkan instrumen pasar modal sebagai alternatif pembiayaan yang sangat potensial tidak hanya kepada para pelaku bisnis, namun juga kepada pemerintah daerah melalui penerbitan obligasi daerah atau sukuk daerah. Di samping itu, OJK Cirebon juga akan melakukan intensifikasi edukasi kepada kelompok pekerja migran karena mereka merupakan potensi masyarakat yanccg memiliki kecukupan penghasilan namun rentan terhadap penipuan investasi dan kejahatan keuangan,” tegas Agus.

Kunjungan kerja Komisi XI DPR RI ke OJK Cirebon hari ini menjadi wujud nyata komitmen bersama antara regulator dan legislatif untuk mendalami pasar keuangan dan memperkuat sinergi dalam pembangunan ekonomi daerah. OJK menyambut baik masukan Komisi XI DPR RI dan menegaskan bahwa sinergi dengan DPR akan terus dioptimalkan untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. OJK Cirebon berkomitmen menjadi bagian dan ikut andil secara proaktif dalam memperkuat ekosistem jasa keuangan, khususnya di wilayah Cirebon Raya, sebagai kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Jawa Barat dan nasional.

(herwin)
Komentar

Tampilkan

Terkini