OJK Cirebon, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Dan Lembaga Jasa Keuangan Perkuat Penyaluran KUR dan Pembiayaan Bagi UMKM -->

OJK Cirebon, Pemerintah Kabupaten Indramayu, Dan Lembaga Jasa Keuangan Perkuat Penyaluran KUR dan Pembiayaan Bagi UMKM

Fokus Kabar
Friday, January 30, 2026 Last Updated 2026-01-30T11:36:34Z

Fokus Kabar (Indramayu) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruh pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmen untuk bersinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Modal Kerja bagi UMKM.Indramayu, 29Januari 2026 
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan audiensi yang berlangsung di Pendopo Bupati Indramayu, dengan kehadiran Bupati Indramayu, Sekretaris Daerah, serta Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Indramayu. 

Audiensi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, program, dan langkah konkret antara OJK, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemerintah Daerah, dan LJK dalam upaya memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Penyaluran pembiayaan di wilayah Ciayumajakuning, khususnya Kabupaten Indramayu, menunjukkan peran vital LJK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga 30 November 2025, tercatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Indramayu sebesar Rp1,28 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 28.294. Sementara itu, penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) mencapai Rp3,8 triliun atau sekitar 19% dari total penyaluran KMK Ciayumajakuning.


Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi aktif perbankan dan LJK lainnya di wilayah kerja Indramayu yang terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, terutama pada sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan tangkap, produksi garam, serta industri kreatif batik complongan. Sinergi antara OJK, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan LJK menjadi kunci dalam memastikan penyaluran pembiayaan berjalan secara inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dengan jumlah UMKM mencapai 559.118 unit, di mana sektor pertanian masih mendominasi, dukungan melalui penyaluran KUR dan KMK berperan penting dalam menjaga kesinambungan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memacu pertumbuhan skala bisnis UMKM Indramayu. Hal ini sekaligus memperkuat kontribusi Indramayu terhadap perekonomian regional Jawa Barat.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan bahwa dinamika sektor pertanian, perikanan, dan UMKM di Kabupaten Indramayu menuntut tersedianya pembiayaan yang mudah diakses, cepat, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dalam hal ini, peran aktif Lembaga Jasa Keuangan sangat diperlukan guna menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong peralihan perilaku agar semakin mengenal dan memanfaatkan lembaga keuangan formal.


Bupati juga menegaskan komitmen terhadap penguatan edukasi dan literasi keuangan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi bersama OJK dan LJK dalam program literasi keuangan hingga tingkat kecamatan dan desa. Tujuan langkah ini ialah membangun pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang legal, aman, serta bertanggung jawab.

“Banjir yang melanda Indramayu pada bulan Januari 2026 telah mengakibatkan dampak pada 11.000 hektar tambak ikan, udang, dan bandeng. Situasi ini berpotensi meningkatkan kebutuhan pembiayaan bagi pelaku usaha perikanan dan UMKM sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi.” ujar Lucky Hakim.

Penguatan sinergi pembiayaan melalui KUR dan Kredit Modal Kerja menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha masyarakat sekaligus mempercepat dan mengukur pemulihan ekonomi daerah.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyatakan bahwa sinergi antara OJK, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) merupakan faktor kunci dalam mendorong UMKM naik kelas serta memperkuat struktur ekonomi di tingkat daerah.

“Capaian penyaluran KUR dan Kredit Modal Kerja di Kabupaten Indramayu menunjukkan kuatnya sinergi antara OJK, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Jasa Keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. OJK terus mengupayakan agar LJK di Wilayah Kerja Indramayu dapat memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, terutama bagi UMKM serta sektor unggulan daerah, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus Muntholib.


OJK Cirebon terus mendorong optimalisasi peran Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Modal Kerja (KMK) yang berkualitas. Langkah ini didukung dengan edukasi dan literasi keuangan berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan namun juga mampu mengelola pembiayaan secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.

Seluruh LJK di wilayah Kabupaten Indramayu telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung agenda penguatan pembiayaan UMKM melalui KUR dan KMK. Selain itu, mereka juga berkomitmen berperan aktif dalam edukasi dan literasi keuangan yang terintegrasi dengan program Pemerintah Daerah serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun perilaku keuangan masyarakat yang lebih sehat, meningkatkan kepercayaan terhadap industri jasa keuangan formal, sekaligus mengoptimalkan penyaluran KUR dan KMK bagi UMKM serta sektor unggulan daerah. 

Dalam audiensi ini, OJK Cirebon, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan LJK menegaskan komitmen bersama untuk terus bersinergi dalam memperluas akses keuangan, memperkuat kapasitas UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Indramayu secara inklusif dan berkelanjutan.

(herwin)
Komentar

Tampilkan

Terkini