Keraton Surakarta Hadiningrat Kukuhkan Pengasuh Ponpes Al Hasaniyah Brebes sebagai Trah Walisongo -->

Keraton Surakarta Hadiningrat Kukuhkan Pengasuh Ponpes Al Hasaniyah Brebes sebagai Trah Walisongo

Fokus Kabar
Saturday, February 21, 2026 Last Updated 2026-02-21T11:57:04Z

Fokus Kabar (Solo) -
Keraton Surakarta Hadiningrat, Solo, Jawa Tengah, secara resmi mengukuhkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasaniyah Brebes, KH Nuridin Syamsudin, sebagai bagian dari trah atau keturunan Walisongo.

Prosesi penobatan digelar secara sederhana di Ponpes Al Hasaniyah, Desa Kedawon, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Pengukuhan dihadiri perwakilan dari Keraton Surakarta dan pihak Ponpes Al Hasaniyah.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh perwakilan Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Siswanto Adipuro Diningrat, kepada KH Nuridin Syamsudin. Sertifikat tersebut menjadi bukti pikukuh silsilah sekaligus pengakuan resmi atas garis keturunan yang bersambung kepada Walisongo.


Kanjeng Pangeran Siswanto Adipuro Diningrat menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian dan penelusuran silsilah, KH Nuridin Syamsudin merupakan keturunan Walisongo melalui jalur Sunan Giri yang dimakamkan di Gresik, Jawa Timur. 

Selain itu, terdapat garis keturunan yang tersambung dengan trah Amangkurat Agung dari lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat.

“Keraton Surakarta menyambung silsilah dengan Ponpes Al Hasaniyah. Dari hasil penelitian, terdapat leluhur yang sama, sehingga dikeluarkan surat atau sertifikat pikukuh,” ujar Siswanto.


Selain penyerahan dokumen silsilah, Keraton Surakarta juga menyerahkan sertifikat kanjengan kepada KH Nuridin Syamsudin sebagai Bupati Sepuh atau Raden Kanjeng Tumenggung.

Sementara itu, KH Nuridin Syamsudin menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan tersebut. 

Ia menyebut, dokumen silsilah yang diberikan menjadi bukti penyambung antara Ponpes Al Hasaniyah dengan Keraton Surakarta.

“Alhamdulillah, ini menjadi penguat sejarah dan nasab yang selama ini kami yakini,” tuturnya.


Ketua Dewan Pengurus Pusat Naqobah Ansab Auliya Tis'ah (DPP NAAT), Kyai Haji Raden Syarif (KHR) Ilzamuddin Sholeh Al-Jilani Al-Hasani, menegaskan bahwa NAAT menghimpun seluruh keturunan Walisongo, baik dari garis laki-laki maupun perempuan.

Menurutnya, tidak ada perbedaan antara cucu laki-laki dan perempuan dalam garis keturunan Walisongo. 

Ia menilai, pembedaan tersebut merupakan bentuk diskriminasi karena seluruhnya tetap terhubung dalam satu nasab dan darah yang sama.

Diketahui, NAAT merupakan lembaga yang menghimpun dan memverifikasi garis keturunan para auliya, khususnya Walisongo, baik dari jalur laki-laki maupun perempuan.

Reporter: Als
Media: Fokus Kabar
Komentar

Tampilkan

Terkini