Fokus Kabar (Cirebon) - Penyelenggaraan Festival Ramadan Kota Cirebon tahun 2026 telah menjadi katalisator penting bagi pergerakan ekonomi lokal. Selama bulan suci ini, kawasan festival bertransformasi menjadi pusat interaksi sosial sekaligus ladang rezeki bagi ratusan pelaku usaha kecil yang berjuang meningkatkan taraf hidup selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Berdasarkan data evaluasi terbaru, tercatat sebanyak 498 pedagang terdaftar dalam festival ini. Antusiasme masyarakat yang mencapai lebih dari 6.000 pengunjung per hari berhasil mendorong rata-rata omzet harian pedagang di angka Rp397.000. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari daya beli masyarakat yang tetap terjaga.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam rapat evaluasi intensif menekankan bahwa keberhasilan festival ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Ia mengingatkan bahwa menjaga kondusivitas adalah kunci utama agar roda ekonomi tetap berputar tanpa hambatan.
"Saya bersyukur melihat geliat ekonomi kita begitu hidup. Semoga nanti sampai akhir Ramadan, suasana tetap kondusif, baik bagi pedagang maupun pembeli," ujar Wali Kota saat rapat evaluasi Festival Ramadan di Balai Kota, Jumat (6/3/2026).
Wali Kota juga menginstruksikan kepada seluruh Lurah dan Camat di wilayah sekitar untuk terus memantau kondisi di lapangan. "Kehadiran pemerintah harus dirasakan untuk memastikan festival ini benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat kecil untuk menjemput rezeki Lebaran," tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kenyamanan publik di tengah hiruk pikuk perdagangan. Ia meminta agar aspek sosial dan ketertiban tidak dikorbankan.
"Perekonomian memang harus bangkit, tapi jangan sampai mengabaikan hak pengguna jalan lain. Saya minta tim di lapangan lebih tegas namun humanis dalam mengatur lalu lintas. Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi wajah kota tetap tertata. Festival ini adalah wajah keramahan Kota Cirebon, maka mari kita jaga bersama kualitasnya," tambah Wali Kota.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan bahwa meskipun secara umum berjalan lancar, tantangan di lapangan tetap ada, terutama faktor alam yang tidak menentu.
"Alhamdulillah, secara umum berjalan sesuai rencana, meski kita sering terkendala cuaca hujan yang cukup intens. Namun, respons masyarakat luar biasa beragam dan positif," ujarnya.
Menurut Iing, fasilitas kuliner yang mudah dijangkau menjadi daya tarik utama. Bagi para pedagang, lanjut Iing, merasa sangat terbantu karena ada income tambahan untuk persiapan Idulfitri.
Terkait kendala teknis seperti lapak kosong atau penggunaan nomor lapak yang tidak sesuai, Iing menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban administratif. Hal ini dilakukan agar keadilan bagi seluruh pedagang yang sudah mengantre izin dapat terjamin dengan baik.
Pemerintah Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan hasil evaluasi ini sebagai pijakan untuk pembenahan total. Fokus utama ke depan mencakup penataan ulang kantong parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas dua arah, serta penguatan sistem zonasi pedagang yang lebih rapi dan aksesibel.
"Melalui perbaikan yang berkelanjutan, Festival Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pasar musiman, tetapi bertransformasi menjadi ikon wisata religi dan belanja yang membanggakan bagi seluruh warga Kota Cirebon," harapnya.
(herwin)





