Fokus Kabar (Cirebon) - Keberadaan Terminal Tipe A Harjamukti di Kota Cirebon yang kini memiliki bangunan cukup megah ternyata belum mampu menarik minat masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai tempat keberangkatan perjalanan.
Bahkan menjelang musim mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H, aktivitas di terminal tersebut masih terbilang sepi.
Pengelola terminal pun belum dapat memastikan apakah animo masyarakat akan meningkat dan membludak saat musim mudik nanti. Hingga saat ini, jumlah perusahaan otobus (PO) yang membuka layanan di Terminal Harjamukti masih terbatas.
Data terakhir mencatat hanya ada 12 PO yang terdaftar dan membuka loket penjualan tiket di Terminal Tipe A Harjamukti Kota Cirebon. Dari jumlah tersebut, total ketersediaan armada tercatat sekitar 49 unit bus, namun tidak semuanya berada atau stan by di area terminal.
Kepala Terminal Tipe A Harjamukti Kota Cirebon, Joko S, didampingi Petugas Sarana dan Prasarana Terminal Harjamukti, Denny Angriawan, mengatakan sebagian besar PO yang beroperasi hanya melayani perjalanan jarak jauh antar kota antar provinsi (AKAP).
“Ke-12 PO tersebut hampir semuanya melayani perjalanan AKAP, seperti tujuan Surabaya PP, Malang PP, Denpasar PP hingga Sumatera PP. Sedangkan untuk angkutan dalam provinsi saat ini tidak ada,” ujar Joko, Rabu (4/3/2026).
Ia mengakui Terminal Harjamukti masih kalah ramai dibandingkan terminal swasta atau terminal non-pemerintah. Salah satu yang cukup ramai adalah Terminal Brawijaya yang berada di dekat akses Jalan Tol Palikanci.
Menurutnya, di Terminal Brawijaya bus-bus terlihat ramai keluar masuk selama 24 jam. Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang lebih memilih naik dari terminal tersebut dibandingkan Terminal Harjamukti.
“Bahkan tak jarang, jika ada penumpang di sini namun busnya tidak masuk ke Terminal Harjamukti, penumpang tersebut diantar oleh pengelola bus ke Terminal Brawijaya,” katanya.
Selain itu, maraknya shelter atau layanan travel yang melayani penumpang secara langsung juga menjadi salah satu faktor sepinya aktivitas di terminal milik pemerintah tersebut.
Meski demikian, pihak pengelola mengaku tetap melakukan berbagai persiapan menjelang musim mudik Lebaran tahun ini. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, hingga tingkat provinsi.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan suasana lengang begitu terasa sejak memasuki kawasan Terminal Harjamukti.
Jalur masuk terminal yang di kanan kirinya ditumbuhi rumput liar terlihat sepi dari aktivitas kendaraan.
Di halaman depan gedung terminal yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah dari APBN pun hanya terlihat satu mobil pribadi yang terparkir.
Beberapa petugas PO tampak duduk santai di area sekitar loket. Saat ada pengunjung datang, mereka sempat berlari kecil menawarkan tumpangan bus yang tersedia.
Suasana semakin sepi saat memasuki bagian dalam gedung terminal. Tidak terlihat aktivitas calon penumpang maupun awak bus seperti pada masa kejayaan angkutan massal beberapa tahun lalu.
Kondisi tersebut terasa kontras dengan fasilitas terminal yang tergolong lengkap. Gedung terminal berlantai dua tersebut dilengkapi ruang berpendingin udara (AC) serta eskalator menuju lantai dua, menyerupai fasilitas yang biasa ditemui di pusat perbelanjaan modern.
(herwin)






