Pengajian Rutin Ramadhan, Ulama Brebes Doakan Pimpinan Iran Mati Sahid -->

Pengajian Rutin Ramadhan, Ulama Brebes Doakan Pimpinan Iran Mati Sahid

Fokus Kabar
Tuesday, March 10, 2026 Last Updated 2026-03-10T06:45:33Z

Fokus Kabar (Brebes) -
Perang gabungan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang saat ini masih berlangsung, masih mendapat sorotan banyak pihak. Ulama asal Brebes, Jawa Tengah, yang juga A'wan PBNU, KH. Subhan Ma'mun, perang mendesak segera dihentikan. Ia juga mendoakan Pemimpin Iran tertinggi yang tewas dalam serangan tersebut, Ayatollah Ali Khanenei, mati sahid.  Brebes Selasa 10 Maret 2026


Hal itu disampaikan KH. Subhan Ma'mun, usai menggelar Pengajian Ramadhan membahas Kitab Kuning, di Pondok Pesantren Assalafiyah Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Pengajian diikuti kaum Muslim baik lelaki maupun wanita.

"Mati sahid itu dalam Islam mati paling mulia bagi sorang Muslim yang gugur saat berjuang membela agama Allah. Membela harta, keluarga, atau kondiksi tertentu seperti sakit," ujar Subhan Ma'mun, Minggu (9/3/2026) sore.

KH. Subhan Ma'mun menuturkan, selama manusia tidak memahami sekaligus melaksanakan bahwa Islam itu adalah menganut faham cinta damai, peperangan akan selalu terjadi di belahan bumi ini manapun.

"Terutama Israel, yang selalu memusuhi negara-negara Timur Tengah, karena dihapuskan pada upaya mengamankan eksistensi negara, memperluas wilayah, serta mengatasi ancaman keamanan dari kelompok militan dan negara Islam, terutama Iran," terang Subhan Ma'mun.
Sughan Ma'mun menyebut yang jelas semua negara yang cinta damai, menginginkan agar peperangan Amerika Serikat yang bersekongkol menyerang Iran segera berakhir.

"Apa lagi kini merembet ke negara-negara Islam lainnya, harusnya diselesaikan secepatnyaa dengan cara diplomasi," pinta Subhan Ma'mun.

Terkait pengajian yang diadakan di Pondok Pesantren Assalafiyah di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, yang dipimpin KH. Subhan Ma'mun, itu membahas kitab-kitab kuning klasik seperti Kifayatul Atqiya dan Ihya Ulumuddin.
"Dalam pengajian yang sudah rutin dilakukan penuh selama bulan Ramadhan ini kami membahas semua aspek kehidupan terutama yang berkaitan dengan ajaran Islam," terangnya.

Dalam pengajian kali ini, Intinya Subhan Ma'mun, mengajak umat Islam agar dalam beribadah tidak juga melupakan hal-hal duniawi.

"Karena manusia hidup juga membutuhkan perekonomian yang bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi harus ada keseimbangan antara dunia dan akhirat," tutupnya.

Diketahui, pengajian rutin yang digelar di Pondok Pesantrean Assalafiyah, Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang diikuti ribuan umat Islam baik lelaki dan perempuan ini, fokus pada kajian ilmu tasawuf, akhlak, dan fiqih selama bulan Ramadhan.

Keterangan: Para peserta pengajian yang membahas Kita Kuning di halaman Ponpes Assalafiyah Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Reporter.      : Als
Media.          : Fokus Kabar
Website.       : www fokuskabar.com
Komentar

Tampilkan

Terkini