Nelayan Keluhkan Kenaikan Harga Solar Non Industri Terpaksa Beli Dexlite Yang Lebih Murah -->

Nelayan Keluhkan Kenaikan Harga Solar Non Industri Terpaksa Beli Dexlite Yang Lebih Murah

Fokus Kabar
Wednesday, April 15, 2026 Last Updated 2026-04-15T13:56:16Z

Fokus Kabar (Tegal) -
Dampak perang di Timur Tengah turut dirasakan nelayan di pesisir Pantura, khususnya di wilayah Tegal, Jawa Tengah. Nelayan mengeluhkan kenaikan harga solar non-subsidi yang melonjak sebesar Rp 5.100 per liter. Situasi ini menyebabkan ratusan kapal bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari, Kota Tegal, tanpa beroperasi.

Pada Rabu siang, ratusan kapal nelayan berukuran lebih dari 30 ribu gross ton terlihat menumpuk di pelabuhan tersebut. Kenaikan harga solar industri atau solar non-subsidi sebagai dampak perang antara Israel dan Iran membuat banyak nelayan enggan melaut. 

Sejak awal April, harga solar non-subsidi jenis B40 meningkat dari Rp 23.100 menjadi Rp 28.150 per liter, mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 5.100 per liter. Kondisi ini memicu lonjakan biaya operasional, sementara hasil tangkapan ikan tidak mampu menutupi pengeluaran yang terus membengkak. 

Sebagian kecil nelayan yang masih melaut terpaksa membeli solar non-subsidi alternatif, yakni Dexlite, di sejumlah SPBU dengan harga Rp 14.200 per liter. Hal ini dijadikan solusi sementara karena pengisian bahan bakar B40 di pelabuhan membutuhkan waktu lama akibat panjangnya antrean dan ketidakpastian pasokan.

Namun demikian, pembelian Dexlite di SPBU pun bukan tanpa tantangan. Nelayan sering kali harus bersaing dengan pengemudi truk untuk mendapatkan bahan bakar ini. Melihat kondisi ini, para nelayan berharap pemerintah segera menurunkan harga solar non-subsidi dan menjamin kelancaran pasokannya sehingga mereka dapat melaut tanpa terkendala biaya operasional berlebih.

Reporter : Ali Bisma  
Media      : Fokus Kabar  
Website  : www.fokuskabar.com
Komentar

Tampilkan

Terkini