Kurban BAZNAS Berdayakan 2.089 Peternak Mustahik di 15 Provinsi -->

Kurban BAZNAS Berdayakan 2.089 Peternak Mustahik di 15 Provinsi

Fokus Kabar
Thursday, May 28, 2026 Last Updated 2026-05-28T01:39:15Z

Fokus Kabar (Kuningan) -
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Kurban Berkah Berdayakan Desa sukses berdayakan 2.089 mustahik binaan yang tersebar di 15 provinsi seluruh Indonesia, pada momentum Iduladha 1447 H/ 2026 M
Hal tersebut mengemuka dalam acara Live Kurban Berkah Berdayakan Desa yang digelar di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan, program ini merupakan komitmen BAZNAS untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa. 

Sodik menyampaikan, sepanjang tahun 2026, BAZNAS RI menyiapkan 3.359 ekor ternak bakalan jantan komoditas lokal yang dikelola langsung oleh 2.089 peternak binaan di berbagai daerah, dengan total penyaluran dana mencapai Rp39.221.779.338.


“Pada program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 memiliki manfaat ganda, di mana BAZNAS memastikan distribusi hewan kurban tidak hanya tepat sasaran bagi mustahik memenuhi kebutuhan pangan daging, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi peternak mustahik. Intinya, semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat,” jelas Sodik.

Sodik mengatakan, di Indonesia saat ini terdapat kurang lebih 103 balai ternak yang tersebar di 15 provinsi. "Bagaimana kemanfaatannya? Contohnya sekarang, permintaan hewan kurban sangat tinggi, dan hewan dari balai ternak tersebut habis semua untuk memenuhi kebutuhan kurban BAZNAS," jelasnya.

Lebih lanjut, Sodik mengatakan, perkembangan tren yang terus meningkat, maka ke depan jumlah peternak binaan diperkirakan akan meningkat lebih dari 2.089 mustahik dan jumlah balai ternak juga akan bertambah dari 103 titik yang ada saat ini guna memenuhi kebutuhan hewan kurban di masa mendatang.

"Untuk lokasi pengembangannya akan kami kaji lebih lanjut dengan memperkuat kerja sama bersama dengan berbagai pihak, salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem di ratusan kota di Indonesia. Di daerah-daerah itulah nantinya balai ternak dan program pemberdayaan lainnya akan diperkuat," kata Sodik.

Sodik mengatakan, Program Balai Ternak merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mentransformasikan mustahik menjadi muzaki, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki potensi pengembangan sektor peternakan.

"Ke depan, BAZNAS akan semakin mengalokasikan dana yang lebih besar untuk kegiatan pemberdayaan dan pendayagunaan, bukan hanya sekadar berbagi bantuan konsumtif. Target kami bukan sekadar peternak bertahan hidup, tetapi naik kelas dari mustahik menjadi muzaki," ucapnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kuningan beserta jajaran, DPRD, Kemenag, PT Sumber Alfaria Trijaya selaku mitra, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung penguatan program pemberdayaan BAZNAS RI.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI  Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Bupati Kabupaten  Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, S.E., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si., Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Drs. H. R. Yayan Sofyan, M.M., serta Koordinator Plumbon Alfamart Plumbon, Agustia Solihin.

Sebagai informasi, Balai Ternak BAZNAS di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, secara resmi diluncurkan pada 16 Desember 2025. Hingga kini, program ini terus menunjukkan hasil positif dalam pemberdayaan peternak mustahik dan penguatan ekonomi desa.

Reporter.       : Ali Bisma 
Media.           : Fokus Kabar
Website.        : www.fokuskabar.com
Komentar

Tampilkan

Terkini