Fokus Kabar (Cirebon) - Musim kemarau dengan cuaca panas membawa berkah bagi pedagang es tape ketan Bakung di kawasan Jalan K.S. Tubun, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Minuman tradisional yang telah dijual selama puluhan tahun tersebut kembali diburu masyarakat. Selain memiliki rasa yang segar, es tape ketan Bakung juga dikenal memiliki harga yang terjangkau. 9 Agustus 2026.
Suasana ramai terlihat di lapak es tape ketan Bakung di kawasan Jalan K.S. Tubun, Kota Cirebon. Di tengah cuaca panas, es tape menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melepas dahaga sekaligus menyegarkan tubuh.
Es tape yang dikemas dalam plastik dijual dengan harga Rp4 ribu. Sementara bagi pembeli yang ingin menikmati langsung di tempat, cukup membayar Rp5 ribu per gelas.
Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk menikmati minuman tradisional tersebut.
Tak hanya menjual es tape, pedagang juga menyediakan tape ketan yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Cirebon. Satu dus tape ketan berisi sekitar 30 bungkus dan dijual dengan harga Rp45 ribu.
Kemasan yang praktis membuat tape ketan tersebut cocok dibawa pulang untuk keluarga maupun kerabat.
Usaha es tape ketan Bakung ini bukanlah usaha baru. Maman, pedagang es tape ketan Bakung, mengaku usaha tersebut telah berjalan selama puluhan tahun dan merupakan usaha yang diteruskan dari sang ayah.
Maman, Pedagang Es Tape Ketan Bakung, mengatakan:
"Usaha ini sudah berjalan puluhan tahun dan merupakan usaha keluarga yang diteruskan dari orang tua."
Pembeli es tape ketan Bakung ternyata tidak hanya berasal dari warga sekitar. Dede, warga Bandung yang sedang berada di Cirebon untuk urusan pekerjaan, turut menikmati minuman tradisional tersebut.
Menurutnya, harga yang terjangkau menjadi salah satu alasan membeli es tape ketan Bakung.
Selain murah, rasa es tape yang segar dinilai cocok untuk melepas dahaga, terutama saat cuaca panas.
"Harganya terjangkau dan rasanya segar, cocok diminum saat cuaca sedang panas."
Meningkatnya minat masyarakat saat musim kemarau turut memberikan dampak positif bagi pedagang. Omzet penjualan es tape ketan Bakung diklaim meningkat dibandingkan saat musim hujan.
Di tengah maraknya minuman kekinian, es tape ketan Bakung tetap mampu bertahan dengan mempertahankan cita rasa tradisional, harga yang terjangkau, serta usaha keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keberadaan es tape ketan Bakung sekaligus menjadi gambaran bahwa kuliner dan minuman tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat, di tengah perkembangan zaman.
Reporter: Sri Handayani






