Kandang Kambing Terbakar di Klayan Cirebon, 28 Ekor Ternak Mati dan Kerugian Capai Rp100 Juta -->

Kandang Kambing Terbakar di Klayan Cirebon, 28 Ekor Ternak Mati dan Kerugian Capai Rp100 Juta

Fokus Kabar
Monday, September 21, 2026 Last Updated 2026-09-21T10:56:02Z

Fokus Kabar (Cirebon) -
Polsek Gunung Jati bersama petugas pemadam kebakaran dan stakeholder terkait melakukan penanganan kebakaran yang terjadi di lahan pekarangan dan kandang kambing milik warga di Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Senin (21/9/2026). Penanganan dilakukan setelah kobaran api diketahui muncul dari area kandang yang berada di lahan pekarangan dan dikelilingi pagar seng serta berdekatan dengan rumah warga.

Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin, S.H., M.H. menerangkan, kebakaran diketahui sekitar pukul 11.50 WIB setelah seorang warga bernama Ibrohim yang sedang memancing di Embung Cilekor melihat kepulan asap dari arah lahan pekarangan milik Karsa. Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian warga dan petugas sehingga penanganan kebakaran segera dilakukan untuk mencegah api meluas ke lingkungan sekitar.

Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam hingga api berhasil dikendalikan.


Personel Polsek Gunung Jati turut berada di lokasi untuk membantu penanganan bersama stakeholder lainnya, terutama dalam memastikan proses pemadaman dapat berlangsung dengan baik serta melakukan pemantauan terhadap lingkungan sekitar lokasi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan mengingat posisi kandang berada di lahan yang berdekatan dengan rumah warga sehingga diperlukan penanganan cepat untuk mencegah api menjalar ke bangunan maupun lahan lainnya.

Petugas bersama stakeholder juga melakukan pengecekan di sekitar lokasi setelah proses pemadaman untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan. Area yang terdampak kemudian diperiksa guna mengetahui kondisi kandang dan lingkungan sekitar sekaligus memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi pemilik lahan. Dari sekitar 30 ekor kambing yang berada di kandang, sebanyak 28 ekor kambing mati akibat kejadian tersebut, sementara dua ekor kambing lainnya berhasil diselamatkan dan masih dalam kondisi hidup. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta, termasuk kerugian yang berasal dari puluhan ekor ternak yang terdampak.

Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian petugas karena menyangkut mata pencaharian dan aset ternak milik warga. Kehilangan 28 ekor kambing dalam satu kejadian tentu menjadi beban bagi pemiliknya, sehingga selain melakukan penanganan terhadap kebakaran, petugas juga memberikan perhatian terhadap kondisi warga yang terdampak serta memastikan proses penanganan dilakukan secara menyeluruh.


Hingga proses penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh di lokasi serta memeriksa kondisi area yang terbakar untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya api. Penyelidikan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai awal terjadinya kebakaran dan faktor yang menyebabkan api berkembang hingga menghanguskan area kandang.

Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa penanganan kebakaran dilakukan dengan melibatkan unsur terkait dan mengutamakan keselamatan warga serta pencegahan agar api tidak meluas. “Kami turut prihatin atas musibah yang dialami pemilik lahan, khususnya karena sebanyak 28 ekor kambing mati dan menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp100 juta. Polsek Gunung Jati bersama pemadam kebakaran dan stakeholder terkait akan terus melakukan penanganan serta memberikan perhatian kepada warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini