Tradisi Rajaban Keraton Kacirebonan 1447 H Tetap Lestari, Sarat Nilai Sejarah dan Spiritual -->

Tradisi Rajaban Keraton Kacirebonan 1447 H Tetap Lestari, Sarat Nilai Sejarah dan Spiritual

Fokus Kabar
Saturday, January 17, 2026 Last Updated 2026-01-16T23:34:39Z

Fokus Kabar (Kota Cirebon) -
Keraton Kacirebonan kembali menggelar Tradisi Rajaban dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 Hijriah. 16 Januari 2026

Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi bukti komitmen Keraton Kacirebonan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya serta nilai-nilai keislaman.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh keluarga besar Keraton Kacirebonan, berbagai komunitas kerabat keraton, serta masyarakat umum yang turut memadati area keraton. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.


Rangkaian acara diawali dengan sambutan Sultan Keraton Kacirebonan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kitab perjalanan Isra Mi’raj. Kitab yang dibacakan merupakan naskah kuno yang ditulis sekitar tahun 1870-an, menggunakan aksara Pegon dan disertai penjelasan dalam bahasa Jawa sebagai perantara pemahaman.

Sultan Keraton Kacirebonan IX, P.R. Abdul Gani Nata Diningrat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tradisi Rajaban merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan setiap tanggal 27 Rajab.

“Tradisi Rajaban di Keraton Kacirebonan secara konsisten diselenggarakan setiap tahun pada 27 Rajab. Dalam tradisi ini terdapat pembacaan kitab kuno yang memuat kisah perjalanan Isra Mi’raj, ditulis dengan aksara Pegon dan dilengkapi penjelasan berbahasa Jawa, sehingga nilai-nilai spiritual dan sejarahnya dapat dipahami oleh masyarakat,” tutur Sultan dengan penuh kebijaksanaan.


Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Saung Langit Utama, Tri Nugroho, mengapresiasi upaya Keraton Kacirebonan dalam menjaga kelestarian tradisi tersebut.
“Tradisi Rajaban di Keraton Kacirebonan hingga kini masih terjaga dan terus lestari. 

Keberadaan pembacaan kitab kuno tentang perjalanan Isra Mi’raj menjadi kekayaan spiritual dan budaya yang sangat berharga, serta patut untuk terus dilestarikan,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Tradisi Rajaban ini, Keraton Kacirebonan tidak hanya memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga memperkuat peran keraton sebagai pusat pelestarian budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Reporter.        : Als
Media.            : www.fokuskabar.com
Foto Grafer.  : Jurnalis Fokus Kabar
Komentar

Tampilkan

Terkini