Fokus Kabar (Cirebon) - Pascakebocoran pipa transmisi DCIP Ø 600 mm di wilayah Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon pada 4 Februari 2026 malam, pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Cirebon masih belum sepenuhnya normal.
Melalui surat pengumuman resmi bernomor 600.1.16.2/03-Perumda.AM/2026 tertanggal 13 Februari 2026, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon menyampaikan adanya gangguan pelayanan air minum akibat penyempurnaan perbaikan pipa transmisi DCIP Ø 600 mm di wilayah Plangon, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Dalam pengumuman tersebut dijelaskan bahwa pekerjaan penyempurnaan perbaikan dijadwalkan pada Sabtu, 14 Februari 2026 mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dengan dampak penurunan tekanan hingga terhentinya aliran di sebagian wilayah pelayanan.
Manajemen Perumda memperkirakan proses penyempurnaan perbaikan memakan waktu kurang lebih 1 x 24 jam. Namun, untuk normalisasi aliran air di tiap wilayah disebutkan dapat berbeda-beda, dengan estimasi pemulihan maksimal hingga tujuh hari setelah perbaikan.
Pihak Perumda juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau pelanggan untuk melakukan persiapan atau menampung air guna kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pelanggan dapat mengakses bantuan distribusi air melalui mobil tangki dengan berkoordinasi bersama RT/RW setempat.
Meski demikian, sebagian warga mengaku belum merasakan aliran air sama sekali sejak kebocoran terjadi pada 4 Februari lalu.
Salah seorang pelanggan di RW 09 Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Wahyu (51), mengatakan hingga kini air di rumahnya belum juga mengalir.
"Sudah lebih dari sepekan sejak pipa bocor, tapi di rumah kami belum ada aliran air PDAM sama sekali. Katanya sih sudah normal bertahap, tapi di sini buktinya belum sama sekali, dan sekarang malah beredar pengumuman ada perpanjangan perbaikan pipa," ujarnya, Jumat (13/2/2026) malam.
Ia mengaku terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan minum dan memasak, serta meminta bantuan kerabat untuk kebutuhan mandi, sementara untuk mencuci menggunakan jasa laundry.
"Kami berharap ada perhatian khusus untuk wilayah yang benar-benar belum mengalir air sama sekali," tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan beberapa warga lainnya di RW 09 yang menyebut tekanan air belum muncul sama sekali sejak insiden kebocoran pipa transmisi.
Warga berharap proses penyempurnaan perbaikan dapat berjalan lancar dan distribusi air segera normal kembali, terutama bagi wilayah yang hingga kini belum menikmati aliran air bersih.
Reporter. : Als
Media. : Fokus Kabar
Website. : www.fokuskabar.com




