Fokus Kabar (Jakarta) - Film keluarga bertema fiksi ilmiah berjudul “Pelangi di Mars” hadir bukan sekadar sebagai tontonan hiburan Lebaran, tetapi juga membawa misi besar untuk membangkitkan mimpi dan imajinasi anak-anak Indonesia.
Disutradarai Upie Guava, film ini merupakan hasil perjalanan panjang lebih dari lima tahun sejak pertama kali digagas pada 2020. Proyek ini lahir dari keresahan akan minimnya tokoh dan cerita fiksi ilmiah lokal yang dapat menginspirasi generasi muda Tanah Air.
Upie mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari karya-karya sci-fi dunia yang selama ini mendominasi layar lebar, namun ia ingin menghadirkan versi Indonesia yang dekat dengan anak-anak di dalam negeri.
“Saya ingin dari menonton Pelangi di Mars, anak-anak Indonesia bisa berpikir kalau mereka boleh bermimpi setinggi langit, dan mereka mampu menggapainya,” ujar Upie, melalui keterangan resmi, Selasa 17 Maret 2026.
Tokoh utama dalam film ini adalah Pelangi, seorang anak yang diceritakan sebagai manusia pertama yang lahir di Planet Mars. Karakter ini menjadi simbol harapan, keberanian, dan kegigihan anak Indonesia dalam menghadapi tantangan besar, bahkan dalam upaya menyelamatkan dunia.
Di balik pesan kuat tersebut, film ini juga menjadi bukti kemajuan industri kreatif nasional. Produser Dendi Reynando menyebut bahwa proses produksi melibatkan ratusan talenta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” terang Dendi.
Dengan memanfaatkan teknologi XR (Extended Reality), Pelangi di Mars menghadirkan visual spektakuler yang jarang ditemui dalam film anak Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa karya lokal mampu bersaing di level global.
Film produksi Mahakarya Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, menjadikannya salah satu pilihan utama tontonan keluarga di momen Lebaran.
Reporter. : Als
Media. : Fokus Kabar
Website. : www.fokuskabar.com



