Fokus Kabar (Tegal) - Di Kota Tegal, Jawa Tengah, ada sebuah tradisi unik menjelang hari Lebaran, yang dilakukan warga setempat. Yakni Kupat Lailatul Qodar, dimana ada kuis yang hadihanya sejumlah uang yang ditaruh dalam ketupat. (Roll Pkg) Tradisi Kupat Lailatur Qodar ini, seperti digelar warga di kawsasan Marpangat, tepatnya di jalan Cerme RT 11 RW 3, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2026) malam.
Tradisi Kupat Lailatul Qodar tidak seperti kupat pada umumnya. Melainkan kupat dari anyaman janur namun berisi hadiah uang sebagai wujud kebersamaan, melaksanakan ibadah Salat Tarwih berjamaah sejak awal Ramadan.
Kupat lailatul qodar ini diberikan kepada anak-anak dan ibu-ibu yang berhasil menjawab pertanyaan dari Ustaz seputar isi tausiah atau nama tokoh setempat. Kegiatan yang dikemas dalam tarawih dan silaturahim (tarhim) serta berbagi kupat Lailatul Qodar ini bertempat di salah satu rumah warga, yakni rumah Slamet Tofani, di jalan Cerme No 32 RT 11 RW 2 Kelurahan Mangkukusuman, Selasa malam (17 Maret 2026).
Acara kebersamaan tersebut dihadiri Budayan Atmo Tan Sidik, Wakil Wali Kota Tegal periode 2004-2009 Dr Maufur, dalang kondang Ki Surono, Nindra yang merupakan putra dari alm.
Piek Ardijanto. Pemilik rumah yang sekaligus tokoh masyarakat setempat, Slamet Tofani, merasa senang karena masyarakat bisa guyub rukun. Pihaknya ingin memeriahkan penghujung Ramadan dengan sesuatu yang bermanfaat.
Tujuannya, mempererat kerukunan warga Marpangat, dan menanamkan ajaran Islam kepada anak-anak sejak dini. Slamet Tofani, menyebut, bahwa kegiatan ini sudah berjalan selama 8 tahun, dan ibu-ibu merasa ssenang karena bisa semakin mempererat kerukunan warga dan mengajarkan kebaikan bagi anak-anak.
Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik yang juga salah satu warga Marpangat,menyampaikan, tradisi Kupat Lailatul Qodar semata-mata untuk mengajak warga agar beribadah jamaah. Baik salat fardu maupun salat sunah tarawih dan witir. Atmo Tan Sidik, menyebut, Kupat Lailatul Qodar ini diartikan sebagai kupat yang bukan berisi beras, tetapi kupat berisi hadiah untuk memeriahkan penghujung Ramadan.
Berbeda dengan kupat pasa umumnya. Jika kupat yang dimakan saat Lebaran berisi beras, namun Kupat Lailatul Qodar berisi sejumlah uang. Menurut Atmo Tan Sidik, kegiatan ini murni dari iuran warga Marpangat dan donatur.
Hadiahnya ada uang untuk anak-anak, ada juga barang kelontong khusus ibu-ibu. Jemaah yang bisa menjawab pertanyaan mendapat uang yang ditaruh dalam kupat senilai Rp100.000 dan Rp17.000. Yakni jumlah seluruh rakaat salat fardu dari Subuh hingga Isya
Pada kesempatan ini, juga dihadirkan pentas wayang singkat oleh dalang Ki Anton Surono yang mengangkat cerita tentang Lailatul Qodar dengan lakon Lupit dan Slentheng. Dari Tegal, Jawa
Reporter. : Ali Bisma
Media. : Fokus Kabar
Website. : www.fokuskabar.com


