Fokus Kabar (Brebes) - di Masjid Baiturrakhim Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, seusai Salat Tarwih, pada Sabtu (14/3/2026) malam.
Gelak tawa terdengar di antara sejumlah pengurus masjid dan nara sumber pengisi salat Tarwih. Mereka bergiliran melontarkan pertanyaan kepada jemaah yang ditunjuk, baik anak-anak dan emak-emak. Pertanyaan tidaklah sukar, tapi seputar lingkungan masjid.
Misalnya, siapakah imam Salat Tarwih tadi. Apa nama masjid tempat jemaah pada Salat Tarwih. Siapakah yang memberi wakaf tanah masjid. Atau siapakah nama kepala Desa Pakijangan—desa mereka.
Tentu, ada pertanyaan yang berhasil dijawab dan juga tidak berhasil dijawab atau menjawabnya salah. Namun, semuanya mendapat hadiah angpau, berisi sejumlah uang.
Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, menyampaikan, umat Islam seharusnya tidak melulu rajin mengerjakan ibadah atau salat. Tapi, harus diimbangi dengan upaya mencari nafkah.
“Harus ada keseimbangan antara ibadah dan perihal ekonomi,” ujar Atmo Tan Sidik.
Terkait kuis atau pertanyaan kepada paara jemaah yang mendapatkan sejumlah uang dalam amplop, Atmo Tan Sidik, menyebut suasana di dalam masjid juga harus ada kebahagiaan.
“Karena memberi kebahagiaan kepada para jemaah, termasuk juga ikut memakmurkan masjid,” jelas Atmo Tan Sidik.
Usai menjalankan Salat Tarwih dan gelaran kuis dengan hadiah sejumlah uang dalam angpau, para jemaah Salat Tarwih di Masjid Baiturrakhim di pinggir jalur Utama Pantura Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ini pun pulang kembali ke rumah dengan perasaan senang.
Reporter. : Als
Media. : Fokus Kabar
Website. : www.fokuskabar.com



