Fokus Kabar (Cirebon) - Aktivitas pengrajin dan penjual batu akik di kawasan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, masih terlihat meski tidak seramai saat masa kejayaan beberapa tahun lalu.
Dari hasil survey di lapangan, sejumlah lapak dan kios masih bertahan melayani para penghobi batu akik.
Salah satunya di kawasan sekitar Pasar Kanoman, tepatnya di Pengrajin Batu Akik (Gemstone) Lemahwungkuk, yang masih aktif menjual sekaligus mengolah batu akik menjadi cincin siap pakai.
Selain itu, beberapa toko batu akik lain seperti Erwin Gemstones juga masih beroperasi di sepanjang Jalan Lemahwungkuk, menawarkan berbagai jenis batu akik mulai dari bahan hingga yang sudah jadi.
Berdasarkan pantauan, aktivitas pengrajin tidak hanya menjual, tetapi juga melayani jasa pemotongan dan penggosokan batu. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem batu akik di wilayah tersebut masih berjalan, meski dalam skala terbatas.
Kawasan Lemahwungkuk sendiri dikenal sebagai sentra batu akik di Cirebon, dengan ratusan pedagang yang memenuhi sepanjang jalan. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah pedagang menyusut akibat menurunnya tren batu akik di masyarakat.
Meski demikian, para pengrajin yang tersisa tetap optimistis. Mereka mengandalkan pelanggan setia dan kolektor yang masih aktif berburu batu berkualitas.
“Sekarang memang tidak seramai dulu, tapi masih ada yang cari, terutama yang paham batu,” ujar Ncek Erwin
Keberadaan pengrajin batu akik di Lemahwungkuk menjadi bukti bahwa industri ini belum sepenuhnya hilang. Dengan ciri khas dan nilai seni yang dimiliki, batu akik masih memiliki tempat tersendiri di kalangan pecintanya
(herwin)




