Gerakan menanam 500 mangrove, GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon ajak generasi muda peduli lingkungan -->

Gerakan menanam 500 mangrove, GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon ajak generasi muda peduli lingkungan

Fokus Kabar
Saturday, August 15, 2026 Last Updated 2026-08-15T11:49:16Z

Fokus Kabar (Cirebon) -
Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam atau GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan pesisir melalui kegiatan Pengembaraan Angkatan XI Tirta Nawa dengan tema “Gerakan Menanam 500 Mangrove”.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 15 Agustus 2026, tersebut berlangsung di kawasan Wisata Bahari Micil, Bondet, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pantai. Tidak hanya melakukan penanaman, GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon juga melakukan proses penyemaian dan perawatan mangrove agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.


Ketua Pelaksana, Zhevida Seventa Achmad, mengatakan kegiatan penanaman mangrove merupakan program yang secara rutin dilaksanakan GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon setiap tahun.

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana, Nunung Ajeng Rahayu Saputri, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Pengembaraan Angkatan XI GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon.

Kegiatan tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, serta pemuda dan pemudi di wilayah sekitar Bondet. Selain menjadi kegiatan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan sejak dini.

Dewan Kehormatan GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon, Moh. Nurhadi, S.H., menambahkan, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya menjaga ekosistem pesisir agar tetap terjaga dan stabil.


Menurutnya, kegiatan ini juga memiliki nilai pendidikan karena memberikan pemahaman secara langsung kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di wilayah pesisir yang menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob.

Penanaman mangrove bukan sekadar menancapkan bibit ke dalam lumpur. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam, khususnya di kawasan pesisir.

Akar mangrove yang saling menguatkan juga menjadi simbol gotong royong dan kerja sama. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga bagaimana mangrove tersebut disemai, dirawat, dan dijaga hingga tumbuh menjadi ekosistem yang kuat.

Secara ekologis, mangrove memiliki peran penting dalam membantu melindungi garis pantai dari abrasi, meredam gelombang, serta mengurangi dampak banjir rob.


Ekosistem mangrove juga menjadi habitat berbagai biota pesisir seperti ikan, udang, dan kepiting, sekaligus berperan dalam menyerap dan menyimpan karbon.

Melalui kegiatan ini, GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon berharap gerakan menanam mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda dalam menjaga lingkungan pesisir.

Gerakan menanam 500 mangrove menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana.

Menanam hari ini, merawat untuk esok, dan menjaga pesisir untuk generasi yang akan datang.

Reporter : woelan
Komentar

Tampilkan

Terkini