BUMDes Jagara Dongkrak Ekonomi Desa Lewat Pariwisata, Raih Juara 1 Desa Wisata Nusantara 2025 -->

BUMDes Jagara Dongkrak Ekonomi Desa Lewat Pariwisata, Raih Juara 1 Desa Wisata Nusantara 2025

Fokus Kabar
Thursday, September 24, 2026 Last Updated 2026-09-23T23:02:54Z

Fokus Kabar (Kuningan) -
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus mengembangkan potensi lokal melalui sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan daya tarik Desa Wisata Jagara, tetapi juga membuka akses usaha bagi masyarakat, memperkuat UMKM, hingga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Upaya tersebut turut mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon yang mendorong Desa Jagara menjadi bagian dari pengembangan ekosistem keuangan inklusif.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pemilihan Desa Jagara dilakukan karena desa tersebut memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar.

“Komitmen OJK dalam melakukan pertumbuhan atau pengembangan ekonomi daerah, dan OJK sudah memilih Desa Jagara yang memang salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia yang dianugerahkan oleh Kementerian Desa,” ujar Agus Muntholib.

Menurut Agus, potensi ekonomi Desa Jagara tidak hanya berasal dari sektor UMKM dan pariwisata. Sektor perikanan juga menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian, terutama dalam hal akses pembiayaan.

OJK melihat masih terdapat kesenjangan antara potensi usaha masyarakat dengan akses terhadap layanan keuangan.

Di Desa Jagara, tercatat terdapat sekitar 223 warga pelaku usaha tambak. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan, sementara sebagian lainnya masih menghadapi kendala modal.


“Kami melihat berarti ada sesuatu gap antara mereka tidak bisa mengakses karena tidak tahu informasinya, atau tidak bisa mengakses karena ada kendala yang memang perlu sentuhan dari OJK untuk kemudian masuk,” jelas Agus.

Karena itu, OJK Cirebon menyiapkan sejumlah langkah untuk memperluas akses keuangan masyarakat Desa Jagara.

Target pertama adalah mendorong pelaku UMKM dan masyarakat yang memiliki usaha agar dapat memperoleh akses keuangan yang lebih baik.

OJK juga akan mendorong perbankan untuk memperbanyak kehadiran agen Laku Pandai maupun agen layanan perbankan di Desa Jagara. Kehadiran agen tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan tanpa harus selalu datang ke kantor bank.

Selain akses pembiayaan, OJK juga mendorong digitalisasi UMKM melalui pemanfaatan transaksi pembayaran digital.

Agus mengatakan pihaknya berharap kolaborasi dengan Bank Indonesia dapat mendorong semakin banyak pelaku UMKM di Desa Jagara menggunakan QRIS sebagai sarana pembayaran.

“Termasuk nanti transaksi-transaksi yang dilakukan di bawah koordinasi BUMDes, kami berharap bisa digitalisasinya menggunakan QRIS,” katanya.

Program berikutnya menyasar sektor pendidikan melalui Simpanan Pelajar (SimPel). OJK akan melakukan pendataan sekolah-sekolah yang berada di Desa Jagara dan mendorong pembukaan rekening tabungan bagi para pelajar.

Dengan demikian, inklusi keuangan tidak hanya diarahkan pada akses pembiayaan bagi pelaku usaha, tetapi juga membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

OJK juga berencana menggandeng Pegadaian untuk memperkenalkan program tabungan emas kepada masyarakat.

Program tersebut dapat dikolaborasikan dengan kegiatan bank sampah, sehingga masyarakat dapat memilah dan mengumpulkan sampah yang kemudian memiliki nilai ekonomi dan dapat dikonversikan menjadi tabungan emas.


“Jadi benefit yang bisa kita dorong selain membukakan banyak variasi simpanan, yang kedua kita juga mendorong peningkatan perluasan akses masyarakat,” ujar Agus.

Menurutnya, masyarakat juga perlu mendapatkan pemahaman bahwa akses terhadap layanan keuangan, baik untuk menabung maupun memperoleh pembiayaan, tidak selalu sesulit yang dibayangkan.

Untuk memperluas akses tersebut, OJK akan mendorong keterlibatan berbagai lembaga jasa keuangan, mulai dari bank umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Pegadaian, PNM, hingga lembaga keuangan mikro.

Langkah tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik usaha yang berkembang di Desa Jagara.

BUMDes Kembangkan Potensi Wisata

Sementara itu, Direktur BUMDes Desa Jagara, Sopyan, mengatakan BUMDes Jagara berdiri pada 23 November 2022. Sejak awal, pihaknya melihat Waduk Darma sebagai potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Dari tahun 2022, kami fokus mengembangkan Desa Wisata Jagara karena sudah ada objek wisata Waduk Darma yang menjadi inspirasi untuk mengembangkan potensi desa,” ujar Sopyan.

Menurut Sopyan, salah satu tantangan dalam pengembangan potensi desa adalah keterbatasan modal. Untuk mengatasinya, BUMDes membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan dan masyarakat yang dilibatkan sebagai investor lokal.

“Dalam menghadapi keterbatasan modal, kami harus bekerja sama dengan pihak perbankan yang mendukung pengembangan usaha. Selain itu, masyarakat juga diajak sebagai investor lokal,” jelasnya.

Pengembangan Desa Wisata Jagara kemudian membuahkan sejumlah prestasi. Pada 2024, Desa Wisata Jagara berhasil masuk lima besar Lomba Desa Wisata Nusantara.

Setahun kemudian, Desa Wisata Jagara meraih juara pertama kategori Maju Mandiri dalam Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa.

Saat ini, BUMDes Jagara aktif mengelola dan berkolaborasi dalam berbagai potensi wisata dan ekonomi desa. Di antaranya pengelolaan objek wisata Waduk Darma bersama PT Jaswita Jabar, pengembangan kawasan Tepi Dago Jagara, pasar kreatif untuk pelaku UMKM, Taman Desa Jagara, serta Jagara Eco Park.


Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, turut mendorong pengembangan potensi tersebut agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, pelaku UMKM, lembaga keuangan, dan pihak swasta menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi desa.

Pengembangan pariwisata diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan efek ekonomi bagi masyarakat melalui UMKM, perdagangan, jasa, perikanan, dan berbagai usaha produktif lainnya.

Agus Muntholib menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dinas terkait, BUMDes, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat.

“Mudah-mudahan dukungan dari Pak Uu, dari dinas pariwisata dan juga perikanan, dinas perikanan dan peternakan, kemudian dari BUMDes, mudah-mudahan kolaborasi ini bisa optimal,” ujarnya.

Melalui pengembangan pariwisata yang dibarengi perluasan akses keuangan, digitalisasi UMKM, pembiayaan usaha, budaya menabung, serta penguatan sektor perikanan, Desa Jagara diarahkan menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal dan inklusi keuangan.
Komentar

Tampilkan

Terkini