Prepegan, Tradisi Sehari Jelang Lebaran Masyarakat Pantura -->

Prepegan, Tradisi Sehari Jelang Lebaran Masyarakat Pantura

Fokus Kabar
Friday, March 20, 2026 Last Updated 2026-03-20T10:07:50Z

Fokus Kabar (Brebes) -
Sehari menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat di wilayah Jawa, khususnya kawasan Pantai Utara (Pantura), disibukkan dengan tradisi tahunan yang dikenal sebagai prepegan. Tradisi ini ditandai dengan aktivitas warga yang berbondong-bondong menuju pasar untuk membeli berbagai kebutuhan Lebaran.

Salah satu barang yang paling banyak diburu adalah selongsong ketupat atau anyaman janur. Selongsong ini nantinya digunakan untuk membuat ketupat yang akan disantap bersama keluarga usai menunaikan salat Idulfitri.

Di Pasar Induk Brebes, suasana prepegan terlihat begitu ramai. Warga, terutama kaum ibu, memadati pasar untuk berbelanja kebutuhan pokok hingga perlengkapan khas Lebaran. 


Banyaknya permintaan membuat pedagang dadakan bermunculan, khususnya penjual selongsong ketupat. Bahkan, sebagian pedagang tampak langsung membuat anyaman ketupat di lokasi jualannya.

Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, menjelaskan bahwa prepegan merupakan tradisi untuk mengecek kembali kebutuhan yang belum tersedia di rumah menjelang Lebaran. Tradisi ini terbagi menjadi dua, yakni prepegan cilik yang biasanya dilakukan pada H-2, serta prepegan gede yang berlangsung pada H-1 Idulfitri.

Ia juga menjelaskan bahwa selongsong ketupat akan diisi beras dan direbus hingga matang, kemudian disajikan bersama sayur sebagai hidangan khas setelah salat Idulfitri. Ketupat atau kupat lepet memiliki makna simbolis sebagai bentuk pengakuan atas kesalahan dan harapan untuk saling memaafkan.


Menurut Atmo Tan Sidik, tradisi menyantap ketupat saat Lebaran telah ada sejak masa Sunan Kalijaga pada abad ke-15. Seiring waktu, tradisi ini tidak hanya berkembang di Indonesia, khususnya di masyarakat Jawa Pantura, tetapi juga dijumpai di beberapa negara lain seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, hingga wilayah selatan Thailand.

Tradisi prepegan sendiri merupakan kebiasaan masyarakat Jawa, khususnya di pesisir utara dan Jawa Tengah, untuk berbelanja kebutuhan Lebaran di pasar tradisional satu hingga dua hari sebelum Idulfitri. Aktivitas ini identik dengan padatnya pasar, hadirnya pedagang musiman, serta meningkatnya pembelian bahan makanan segar, janur ketupat, hingga pakaian baru.

Reporter: Ali Bisma
Media: Fokus Kabar
Komentar

Tampilkan

Terkini